Waspadai Tanda Awal Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya

23 Mar
Waspadai Tanda Awal Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya

Gejala atau tanda awal kanker serviks sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang. Penyakit ini termasuk salah satu yang paling mematikan di dunia, padahal jika tahu cara mencegah kanker serviks, tidak sulit untuk menghindarinya. Menurut Global Burden of Cancer Study (Globocan), ada kurang lebih 36.000 kasus kanker serviks terjadi pada tahun 2020 di Indonesia. 

Salah satu masalah utama dari banyaknya kasus itu adalah penanganan kanker serviks yang terlambat. Padahal jika kita menyadari tanda awalnya, maka penanganan bisa dilakukan sedini mungkin dan risiko dari penyakit ini menjadi lebih kecil. Dengan demikian, peluang bagi penderita untuk bisa sembuh jadi lebih besar.

Mengenal Apa Itu Kanker Serviks

Serviks merupakan istilah untuk menyebut bagian leher rahim pada wanita, yang terletak di antara rahim dan vagina. Maka dari itu, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sistem reproduksi wanita tepatnya pada leher rahim.

WHO mengungkapkan sebagian besar kanker serviks (lebih dari 95%) disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). HPV adalah infeksi virus yang paling umum pada saluran reproduksi. Sebagian besar wanita dan pria yang aktif secara seksual akan terinfeksi pada suatu saat dalam hidup mereka, dan beberapa mungkin terinfeksi berulang kali. Lebih dari 90% orang yang terinfeksi virus ini akhirnya bisa sembuh.

Sampai saat ini, penyakit yang paling umum terkait dengan virus HPV adalah kanker serviks. Hampir seluruh kasus kanker serviks ada kaitannya dengan virus HPV yang menginfeksi pasien. Sebagian besar infeksi virus HPV dapat sembuh dengan sendirinya dan lesi prakanker dapat sembuh secara spontan. Namun meski demikian, tetap ada risiko infeksi virus HPV yang berkembang menjadi kronis, serta lesi prakanker juga berkembang menjadi kanker serviks invasif.

Secara umum, waktu yang dibutuhkan kanker serviks untuk berkembang pada wanita dengan kondisi kesehatan normal adalah 15 sampai 20 tahun. Namun hal ini tidak berlaku pada wanita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti misalnya wanita dengan infeksi HIV yang tidak diobati. Pada kondisi penderita seperti ini, hanya dibutuhkan waktu 5 hingga 10 tahun.

Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan wanita terserang kanker serviks, yaitu: (American Cancer Society)

  •     Telah melakukan aktivitas hubungan seksual sejak dini
  •     Berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual
  •     Menderita penyakit menular seksual, seperti misalnya HIV/AIDS, herpes, kutil kelamin, dan lain sebagainya
  •     Kebiasaaan merokok
  •     Melahirkan pada usia muda, yaitu di bawah 20 tahun
  •     Melahirkan tiga kali atau lebih
  •     Penggunaan pil KB dalam periode waktu lama

Gejala dan Tanda Awal dari Kanker Serviks

Tanda awal atau gejala kanker serviks pada stadium awal memang sulit untuk dikenali, bahkan seringkali terjadi tanpa adanya keluhan yang dirasakan. Jika ada tanda yang muncul, umumnya gejala ini tidak khas dan mirip dengan keluhan yang terjadi pada penyakit lain.

Umumnya, tanda awal kanker serviks baru bisa dirasakan setelah masuk ke stadium lanjut. Pada tahap ini, sel-sel abnormal sudah mulai menyebar ke jaringan yang ada di sekitarnya atau ke organ yang jauh. Berikut beberapa tanda awal kanker serviks yang perlu diwaspadai:

  • Terjadi pendarahan dari vagina, di luar siklus menstruasi, saat sudah menopause, atau setelah melakukan hubungan seksual
  • Terjadi keputihan yang abnormal, yaitu berwarna putih kecoklatan, memiliki bau tajam, atau bercampur darah
  • Muncul rasa nyeri di bagian punggung atau panggul secara terus menerus dalam waktu lama
  • Terasa sakit di bagian vagina saat berkemih atau berhubungan seksual
  • Urin bercampur darah yang terlihat dari perubahan warna.

Jika Anda mengalami salah satu atau lebih tanda di atas, segeralah periksakan diri Anda ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, sebaiknya Anda juga memahami cara untuk mencegah kanker serviks sejak dini.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Meski gejalanya sulit untuk disadari, tapi Anda selalu bisa untuk melakukan tindakan pencegahan. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari resiko terkena kanker serviks, yaitu:

1. Melakukan Pap Smear / Skrining Lesi Pra Kanker Serviks secara Rutin

Pap smear atau skrining lesi pra kanker serviks merupakan jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada lesi pra kanker di dalam serviks. Pemeriksaan ini dimulai dengan mengambil sampel sel dari leher rahim. Setelah itu, sel tersebut akan diperiksa apakah ada atau tidaknya sel-sel sehat yang berubah menjadi sel abnormal.

Jika ada indikasi potensi lesi pra kanker, maka pengobatan sejak dini perlu dilakukan. Dengan demikian, kemungkinan terhindar dari kanker serviks menjadi lebih besar. Menurut para ahli, pap smear bisa dilakukan sebanyak: (ACOG)

  • Satu kali setiap 3 tahun untuk wanita berumur 21-29 tahun.
  • Satu kali setiap 3 tahun atau satu kali setiap 5 tahun jika dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan HPV DNA untuk wanita dengan usia 30-65 tahun.

2. Melakukan Pemeriksaan Rutin HPV

Selain melakukan pap smear, pemeriksaan HPV secara rutin juga bisa membantu mencegah kanker serviks. Cara mencegah kanker serviks ini dapat dilakukan dengan bantuan dokter atau dilakukan secara mandiri di rumah. Sebagai alternatif, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan bersamaan dengan pap smear.

Tes HPV dianjurkan dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut (WHO) :

  • Satu kali setiap 5 – 10 tahun dimulai pada usia 30 tahun.
  • Satu kali setiap 3 – 5 tahun untuk wanita dengan HIV dimulai pada usia 25 tahun.

3. Mendapatkan Vaksinasi HPV

Cara untuk mencegah kanker serviks berikutnya adalah dengan mendapatkan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV bisa didapatkan sebelum seseorang aktif secara seksual, atau pada rentang usia 9-12 tahun. Selain itu, vaksin HPV pada usia tersebut juga terbukti bekerja lebih efektif dalam sistem kekebalan tubuh.

Namun, jika Anda belum menerima vaksin HPV pada rentang usia 9-12 tahun, maka Anda bisa segera mengajukan vaksin di usia 13-26 tahun. Meskipun pemberian vaksin HPV aman pada wanita berusia 27-45 tahun dan dapat mencegah infeksi baru pada wanita yang sebelumnya belum pernah terpapar tipe HPV yang dihasilkan oleh vaksin, sebagian besar wanita dalam rentang usia ini sudah pernah terpapar HPV.

Vaksin HPV kuadrivalen (6, 11, 16, and 18) menurunkan prevalensi infeksi HPV tipe tersebut sebesar 71% di antara wanita berusia 14-19 tahun. Lalu ada juga vaksin HPV 9-valent yang melindungi terhadap lebih dari 99% penyakit HPV yang terkait dengan genotipe 6, 11, 16, dan 18 dan hingga 96,7% untuk penyakit HPV yang terkait dengan genotipe 31, 33, 45, 52, dan 58.

Vaksin HPV bukan hanya untuk wanita saja tapi juga pria. Pada pria, vaksin ini bisa bisa mencegah kanker penis, kutil kelamin, kanker anus, dan penularan penularan HPV dari pria ke pasangannya.

4. Menghindari Seks Bebas

Cara mencegah kanker serviks yang satu ini merupakan cara yang paling umum disarankan oleh para ahli, namun juga paling banyak diabaikan oleh orang-orang. Kegiatan seksual yang dimaksud termasuk kontak kulit antara alat kelamin, anal, oral, dan penggunaan mainan seks.

Sebagai catatan, walaupun wanita setia pada satu pasangan, tapi jika pasangannya berganti-ganti pasangan seksual, maka ia tetap berisiko terpapar HPV.

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

Perhatikan kesehatan diri Anda dan jangan sepelekan gejala awal kanker serviks yang muncul. Kanker dalam stadium awal lebih mudah untuk ditangani daripada jika sudah masuk ke stadium akhir. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari kanker ini sejak awal, dengan menjalani pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin.

Kesehatan memang perlu dijaga sejak dini. Jika Anda tertarik untuk melakukan pemeriksaan kanker serviks seperti Pap Smear maupun Vaksinasi HPV, cek berbagai paket dari Bunda Hospital Denpasar. Bunda Hospital Denpasar atau RSIA Bunda Denpasar merupakan rumah sakit yang melayani Women’s Health Screening, Emergency Service, dan berbagai layanan kesehatan lainnya yang aman dan terpercaya di Denpasar, Bali.

Hubungi Tim Bunda Hospital Denpasar untuk informasi layanan lebih lanjut.

Telah ditinjau oleh: dr. Arresta Vitasatria Suastika, Sp.OG

Share:

Jl. Gatot Subroto Barat No. 455x

Denpasar Barat, Bali – 80117

Reservation

onebunda.com

Whatsapp

+62859-4536-0903