Pahami Persiapan, Teknik, dan Cara Menyusui yang Benar

22 May
Pahami Persiapan, Teknik, dan Cara Menyusui yang Benar

Proses menyusui memang terjadi secara alami, namun proses ini tetap perlu dipersiapkan dengan seksama. Terlebih tidak semua ibu dapat memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan ASI bayi dengan maksimal, ada baiknya untuk mempelajari cara menyusui yang benar. 

Selain itu, baik ibu dan ayah juga perlu mengetahui cara menyusui yang benar. Kondisi stres dapat memperlambat produksi ASI, sehingga ayah dapat mengurangi faktor risiko stres ibu dengan senantiasa membantu dan mendampingi ibu merawat si kecil. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesehatan ibu, cek artikel berikut “Konsultasi Laktasi dan Fungsinya dalam Membantu Ibu dan Bayi Selama Menyusui“.

Mengapa Cara Menyusui yang Benar Itu Penting?

Bayi di dalam kandungan terpenuhi nutrisinya dari plasenta yang ‘membungkus’ dirinya. Pasca kelahiran, sumber nutrisi utamanya sebaiknya langsung dari Air Susu Ibu (ASI). Seiring tumbuh kembangnya yang pesat, kandungan di dalam ASI akan menyesuaikan sesuai kebutuhan bayi. 

Meskipun demikian, tidak jarang ibu menemukan dirinya kesulitan dalam memproduksi ASI ataupun mengalami luka dan pembengkakan selama menyusui. Kondisi ini harus diatasi dengan cepat, misalnya dengan melakukan konsultasi laktasi profesional. 

Selain itu, cara menyusui yang benar.akan mendorong keluarnya ASI secara maksimal sehingga bayi dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya dan ibu dapat mengembangkan kedekatan dengan anak sejak dini.

7 Langkah dan Cara Menyusui yang Benar

Isapan bayi berpengaruh signifikan terhadap rangsangan produksi ASI. Karenanya, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara menyusui yang benar sehingga baik ibu maupun bayi dapat menyusui dengan nyaman dan aman selama waktu yang dibutuhkan. Berikut adalah langkah-langkah dan cara menyusui yang benar.

1. Perhatikan Posisi Kepala Bayi

Cara menyusui yang benar bayi baru lahir bisa dimulai dari memastikan posisi ibu dan bayi terasa rileks dan nyaman. Adapun posisi yang dimaksud yaitu kepala bayi lebih tinggi dibanding tubuhnya. 

Hal ini dilakukan agar bayi lebih mudah menelan ASI yang sudah dihisapnya. Ibu bisa menyangga kepala bayi menggunakan tangan maupun bantal tambahan.

2. Menempatkan Hidung Bayi Sejajar Puting

Bagi ibu baru yang belajar menyusui, penggunaan bantal untuk mengganjal memang penting dilakukan. Setelah bayi dapat berbaring dengan nyaman dan nyaman, posisikan hidung bayi agar sejajar dengan puting ibu agar bayi dapat membuka mulutnya dan mulai menyusu.

3. Mendekatkan Bayi ke Puting 

Setelah menempatkan hidung bayi sejajar payudara ibunya, maka tak lama kemudian bayi akan membuka mulutnya. Lanjutkan dengan mendekatkan bayi ke arah payudara, khususnya di bagian puting. Tunggu sampai mulut bayi terbuka lebar dan lidahnya bergerak ke bawah mendekatkan bayi ke puting.

4. Menyentuh Lembut Bibir Bawah Bayi

Jika bayi tidak juga mendekatkan bibirnya ke payudara ibu, Anda dapat menyentuh lembut bibir bawah bayi untuk membantunya. Pastikan agar ibu menyentuh si kecil secara perlahan untuk menyusui. 

5. Posisi Pelekatan Mulut Bayi

Bagi yang baru belajar, pastikan posisi pelekatan bayi telah dilakukan dengan benar. Ketika menyusu ke ibunya, mulut bayi tidak hanya menempel pada puting namun juga bagian areola agar proses menyusui lebih maksimal. 

Posisi pelekatan yang baik ditandai dengan tidak adanya rasa nyeri pada sang ibu ketika bayi menghisap ASI. Ibu juga dapat mengetahui posisi bayi telah benar dengan mendengarkan suara saat bayi menelan ASI.

6. Membetulkan Posisi Bayi

Tidak semua proses menyusui akan berjalan lancar sehingga setiap ibu harus mengetahui cara mengatasinya. Misalnya ketika puting terasa nyeri, lepaskan pelekatan mulut bayi terlebih dahulu. Lakukan dengan memasukkan jari kelingking perlahan ke dalam mulut bayi di antara gusinya. 

Gerakkan ini akan membuat bayi berhenti sementara menyusu kepada ibunya. Jika mulut bayi sudah lepas, cobalah posisi pelekatan mulut bayi yang berbeda.

7. Perhatikan Waktu Menyusui

Perlu diingat bahwa bayi bisa menyusu ke ibunya dalam durasi 5 menit sampai dengan 1 jam tergantung kebutuhannya. Untuk bayi yang baru lahir biasanya diberi ASI setiap 2-3 jam. Adapun setiap sesi menyusui biasanya 10-15 menit atau sesuai dengan kebutuhan bayi saat itu.

Rumus Amubida

Proses menyusui tidak selalu mudah, bahkan ibu baru seringkali mengalami kesulitan mengatasinya. Untuk mengingat teknik menyusui yang baik, Anda dapat menggunakan rumus AMUBIDA.

  • Areola: Bagian berwarna gelap di sekitar puting yang sebaiknya dimasukkan sebagian besar ke mulut bayi.
  • Mu: Mulut bayi terbuka lebar ketika memasukkan puting dan areola. 
  • Bi: Bibir bayi bagian bawah terbuka sehingga areola hampir masuk semuanya ke mulut bayi.
  • Da: Dagu menempel ke payudara agar pernapasan bayi melalui hidung lancar.

Ciri-Ciri Bayi Sudah Disusui dengan Benar

Terdapat beberapa ciri dimana bayi sudah disusui dengan baik dan benar sehingga memperoleh manfaat ASI dengan maksimal yang dapat Anda kenali. Berikut adalah ciri-cirinya.

  • Mulut dan dagu dekat dengan payudara, cenderung menempel. 
  • Areola sudah tidak terlihat jelas karena sebagian besar masuk ke mulut bayi.
  • Seluruh tubuh bayi berdekatan ke arah ibunya ketika menyusui.
  • Bayi menghisap dan menelan ASI dengan perlahan. 
  • Ibu tidak merasa nyeri pada puting ketika si kecil menghisap.

Perlengkapan Menyusui 

Setelah memahami teknik menyusui dengan benar, ketahui juga perlengkapan yang harus disiapkan. Diantaranya adalah nursing pads, bra menyusui, bantal tambahan, set pompa ASI (jika diperlukan), dan krim puting payudara. Dengan perlengkapan ini, proses menyusui ibu dapat berjalan dengan lebih baik dan nyaman bagi ibu dan bayi.

Cara menyusui yang benar merupakan langkah yang bisa dipelajari ibu baru demi memberikan ASI dengan baik dan benar. Meskipun demikian, tidak jarang ibu mengalami halangan atau rintangan dalam memproduksi ASI hingga proses menyusui itu sendiri. Untuk mengatasi hal ini, orang tua dapat merujuk ke tenaga profesional untuk menemukan solusi yang tepat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesehatan ibu, cek artikel berikut “Bunda Wajib Tahu! 8 Tips Menyusui Agar Tidak Lecet“.

Ada beberapa layanan di Indonesia yang telah memiliki fasilitas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menyeluruh. Salah satunya adalah Bunda Hospital Denpasar. Rumah sakit ini telah memiliki fasilitas modern yang siap untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan wanita, persalinan, 24/7 emergency service, telekonsultasi, home care, dan berbagai layanan kesehatan lainnya.

Dapatkan berbagai paket menarik untuk pemeriksaan kesehatan wanita dari Bunda Hospital Denpasar. Hubungi tim kami untuk informasi lebih lanjut.

 

 

Share:

Jl. Gatot Subroto Barat No. 455x

Denpasar Barat, Bali – 80117

Reservation

onebunda.com

Whatsapp

+62859-4536-0903