Laparoskopi: Operasi Dengan Minim Rasa Nyeri

24 Nov
Laparoskopi: Operasi Minim Rasa Nyeri

Apa Itu Laparoskopi?

Laparoskopi adalah metode operasi dengan insisi minimal, kontras dengan bedah konvensional yang memerlukan sayatan lebih besar. Prosedur ini menggunakan perangkat berupa tabung tipis dengan kamera video kecil dan lampu di ujungnya, memungkinkan pemantauan visual pada layar terhadap area dalam perut atau panggul yang sedang dioperasi.

Kondisi Medis yang Dapat Diatasi dengan Laparoskopi:

Tahukah Sahabat Bunda jika laparoskopi sering digunakan untuk mendiagnosa dan mengobati beragam kondisi medis di bagian dalam perut maupun panggul. Selain itu, bedah laparoskopi juga dapat digunakan untuk melakukan prosedur pembedahan lho, seperti mengangkat organ yang rusak atau bermasalah, hingga mengambil sampel untuk mengevaluasi kanker tertentu, termasuk kanker ovarium, rahim, dan leher rahim.

Nah, beberapa kondisi medis yang paling sering digunakan melalui metode operasi laparoskopi, diantaranya:

  • Ginekologi untuk studi dan pengobatan kondisi yang memengaruhi sistem reproduksi wanita (kista, miom, endometriosis dll)
  • Gastorenterologi untuk studi dan pengobatan kondisi yang memengaruhi sistem pencernaan
  • Urologi untuk studi dan pengobatan kondisi yang memengaruhi sistem kemih.

Kelebihan Menggunakan Operasi Laparoskopi:

  • Minim rasa nyeri pasca operasi
  • Dapat beraktivitas lebih cepat
  • Bekas sayatan yang kecil

Apakah Laparoskopi Bisa Sebabkan Efek Samping?

Meski merupakan prosedur yang umum dilakukan dan jarang menyebabkan komplikasi serius, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pasca melakukan bedah/operasi laparoskopi, diantaranya:

  • Nyeri dan ketidaknyamanan: Setelah operasi, mungkin akan ada nyeri (minim) di area bekas sayatan atau di sekitarnya. Dokter biasanya akan memberikan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi ini.
  • Pembengkakan dan peradangan: Ada kemungkinan terjadi pembengkakan dan peradangan di sekitar area operasi. Ini biasanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan obat anti inflamasi.
  • Infeksi: Meskipun risikonya rendah, infeksi masih mungkin terjadi setelah operasi. Dokter biasanya memberikan antibiotik untuk mengurangi risiko ini.
  • Reaksi terhadap Anestesi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi terhadap anestesi yang digunakan selama operasi.
  • Retensi Gas Karbon Dioksida: Gas karbon dioksida digunakan untuk mengembangkan ruang di perut selama laparoskopi. Setelah operasi, sebagian gas ini mungkin tetap berada di dalam tubuh dan menyebabkan ketidaknyamanan sementara, seperti nyeri bahu.

Prosedur laparoskopi merupakan bedah minimal invasif yang dilakukan dengan beberapa indikasi medis tertentu. Meski jarang sekali terjadi namun terdapat beberapa risiko komplikasi pasca operasi.

Sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur ini, Sahabat Bunda harus berdiskusi terlebih dahulu bersama dokter yang menangani agar prosedur pembedahan dapat berjalan dengan lancar.

Share:

Jl. Gatot Subroto Barat No. 455x

Denpasar Barat, Bali – 80117

Reservation

onebunda.com